PeaceGen Kembali Menggelar Training di Palu

Training for Peace Educators (25-27 Juni 2019) di Palu telah berjalan dengan lancar dan penuh kegembiraan. 37 Peserta yang terdiri dari Guru tingkat SMP & SMA, Calon Guru dan Aktivis komunitas dan 3 orang pegawai Lapas anak dengan antusias mengikuti acara ini secara penuh.

Setelah dua hari belajar tentang 12 NDP (Nilai Dasar Perdamaian) dan microteaching serta berbagai refleksi 12 NDP dalam keseharian, peserta juga melakukan misi dan tantangan. Tantangan itu di antaranya 2-1-2, di mana peserta menyebutkan 2 hal yang paling membanggakan dalam dirinya, 1 hal baru yang ia pelajari dan 2 orang baru yang ingin diajak berinteraksi. 

Di hari Ketiga, peserta diajak melakukan kunjungan ke Lapas Anak Kota Palu, Lapas Perempuan dan ke tempat eks lokalisasi. Tujuan dari kunjungan itu adalah dalam rangka menjangkau anak-anak dan kelompok masayarakat yang selama ini kurang mendapat perhatian dari masyarakat serta mengajak para pendidik serta aktivis muda untuk lebih dekat dan peduli pada mereka. 

Dalam kunjunganya, para peserta mengajarkan nilai ke-1 (menerima diri) dan nilai ke-12 (memaafkan). Nilai-nilai itu disampaikan sebagai media untuk saling mengenal sekaligus memperkenalkan 12 NDP. Di akhir acara, para peserta berkomitmen untuk melakukan follow up secara rutin untuk berkunjung ke kelompok masayarakat ini selepas training.

“Terimakasih sudah diterima menjadi peserta dan bagian dari training ini. Training ini sangat membantu kami khususnya di bagian Pendidikan dan Bimkemas, untuk melakukan pembinaan dan kami akan melakukan gebrakan baru. Kami juga mengkomunikasikan tentang program ini ke Lapas Pusat, Jakarta, sehingga training ini tidak hanya dialami oleh Palu tapi juga diseluruh Indonesia. Pelatihan ini sangat menjadi solusi bagi permasalahan bangsa sekarang ini, bagaimana kita memasyarakatkan keberagaman dan perdamaian. Pelatihan ini penting diterapkan sejak dini, khususnya anak-anak yang punya kasus bagian hukum dan berkonflik dengan keadaan dan lingkungannya. Semoga nanti mereka dewasanya tidak berkonflik dan bersengketa lagi,” ucap Fauzi, Subseksi Pendidikan dan Bimkemas LPKA dan Pembina LPP.

 

Penulis: Nurhayati Syafii (AoP Coordinator)

Editor: Zulkifli Fajri Ramadan