Agent of Peace Educator Palu; Menghubungkan 2 Sekolah

Maraknya sikap dan prilaku intoleransi dan tindak kekerasan di lingkungan sekolah menjadi perhatian khusus bagi para Agent of Peace di Kota Palu. Melalui proyek Breaking Down the Walls, Peace Generation Chapter Sulteng bekerjasama dengan Peace Generation Indonesia mengadakan Training for Educator untuk 20 guru sekolah penerima program (SMAS Muhammadiyah 1 Palu & SMAS GKST Imanuel Palu). 

Program ini bertujuan untuk untuk menghubungkan antar dua sekolah yang notabene sekolah berbasis Islam dan Kristen untuk saling bertemu, berinteraksi dan belajar modul 12 Nilai Dasar Perdamaian (NDP). Salah satu target dari program ini, selain penguatan Tim Chapter Sulteng sebagai Agent of Peace Educator program ini juga menciptakan ruang bertemu antar dua sekolah untuk memperkuat nilai-nilai toleransi, merawat keragaman dan akhirnya menjaga kedamaian dengan metode dan pendekatan human centered, fun dan experiential learning.  

Peserta Guru Muslim dan Kristen menikmati sesi Ice Breaking 

Training for Educators, telah berjalan lancar dan terlaksana pada tanggal 24-27 Januari 2020 bertempat di Gedung LMPM Provinsi Sulawesi Tengah dengan diikuti oleh 20 Guru dari sekolah Islam dan Kristen.

Pembelajaran 12 NDP oleh Ibu Mega (SMK Nusantara)   

Kedua sekolah merupakan rekomendasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah yang masing masing sekolah adalah mayoritas muslim dan mayoritas Kristen. Pihak Dinas berharap kedua sekolah tersebut dapat memberikan contoh sekolah damai dan toleransi untuk sekolah – sekolah lainnya serta 10 Fasilitator yang awalnya sudah di Training. Adapun rangakain acara training aadalah dua hari pertama yaitu hari Jumat dan Sabtu peserta fokus mempelajari materi 12 Nilai Dasar Perdamaian dan Happy Tanpa Bully dimana kegiatan tersebut berlangsung sangat menyenangkan dan penuh keakraban. Antusiasme dan partisipasi para guru dalam training ini luar biasa, walau kebanyakan fasilitatornya lebih muda dari pesertanya namun itu tidak memberikan batasan untuk saling berbagi dalam materi tersebut. Hari ketiga dilanjutkan dengan Praktek Mengajar di sekolah masing masing dengan didampingi oleh para fasilitator, peserta diarahkan dapat menyampaikan salah satu dari 12 Nilai Dasar Perdamaian. Rangkain acara training diakhiri dengan membuat action plan untuk mengatur strategi dalam menerapkan 12 nilai selama 6 bulan kedepan dengan harapan dapat mengajarkan minimal kepada 100 siswa agar sekolah dapat menumbuhkan budaya damai sehingga sikap toleransi dan nilai perdamaian bisa menjadi bagian dari sistem sekolah serta mengurangi bully di sekolah dan juga dapat menciptakan siswa yang paham dan bisa menyebarkan damai diluar lingkungan sekolah.

Pada program ini, kami selalu memastikan bahwa keberagaman agama selalu seimbang agar peserta dapat saling berbaur dan mengenal satu sama lain kami berharap tidak ada diskusi berkelompok atau membuat mereka merasa minoritas kesempatan yang sama selalu diberikan dalam proses. Pada tim fasilitator maupun panitia memiliki anggota yang juga komposisi keberagaman agamanya juga seimbang. Porsi partisipasi yang sama antara Islam dan Kristen dalam pogram ini masing-masing 50%. Setelah melakukan training, peserta melakukan implementasi pada 100 siswa. Penerima manfaat dari pelatihan memiliki proporsi yang sama antara SMAS Muhammadiyah 1 Palu dan SMAS GKST Imanuel Palu.

Berikut adalah tanggapan dan komentar dari dua guru sebagai peserta Training for Peace Educator;   

  • Pak Masri (SMAS Muhammadiyah 1 Palu)
    “Yang lebih penting dari kegiatan ini adalah pertama dari dua sekolah SMAS Muhammadiyah 1 Palu dan SMAS GKST Imanuel Palu yang jaraknya berdekatan tambah berdekatan lagi setelah adanya kolaborasi ini yang dulunya guru-gurunya tidak saling mengenal sekarang sudah saling mengenal satu sama lain, ada pepatah jika tak kenal maka tak sayang, jika sudah kenal mudah tebayang-bayang ucap beliau untuk para peserta. Yang kedua banyak hal positif yang di terima di setiap materi walau itu dikemas dalam banyak permainan yang akan kami tularkan kepada generasi-generasi dibawah kami dan bahkan baik untuk generasi di atas kami juga. Saya memohon doa untuk senantiasa diberi kesempatan untuk menghilangkan virus-virus yang dapat memecah belah kita”
  • Ibu Rita Christi(SMAS GKST Imanuel Palu)
    “Saya percaya bahwa mengikuti kegiatan ini adalah kehendak Tuhan dan saya bersyukur dapat mengenal 12 Nilai Dasar Perdamaian dan yang paling saya syukuri adalah bisa menjadi Agent of Peace karena punya kesempatan menyebarkan perdamaian dengan 12 Nilai Dasar Perdamaian. Permusuhan antar agama itu sangat meresahkan apalagi ketika berbicara agama itu sangat sensitif, saya berharap tidak ada lagi konflik yang mengatasnamakan agama setelah tersebar luasnya 12 Nilai Dasar Perdamaian ini”. 

    Penulis: Adam Sudarto, Koordinator Chapter PeaceGen Sulteng
    Editor: Hayati