Agent of Peace Gathering: Membuka Kolaborasi dan Rekonsiliasi

Agent Of Peace
Kunjungan AoP Bandung ke AoP chapter Jogja berlangsung seru dan hangat. Namun tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Yogyakarya, 7 September 2020 PeaceAcademy dan Sekolah Rekonsiliasi bekerjasama untuk mengumpulkan para partnerts, mitra dan Agent of Peace untuk bertemu dan saling mendengarkan kembali untuk tujuan saling menguatkan kerja dan komitmen masing-masing fokus lembaga dan memperluas jejaring agar manfaat fokus dari masing-masing lembaga bisa diterima oleh lebih banyak orang lagi.

Untuk pertemuan ini, semua peserta mentaati protokol kesehatan. Peserta yang hadir dari luar melakukan rapid test dan dari dalam kota memakai masker, mencuci tangan dan sering-sering cuci tangan dengan hand sanitizer. Dalam pertemuan ini, hadir 25 orang dari 8 perwakilan komunitas dan lembaga untuk berbagi dan presentasi masing-masing apa fokus kerja di lembaganya.

Sekolah Rekonsiliasi (SR)

Disampaikan oleh Baba Dhuha, salah satu Fasilitator dari SR menjelaskan bahwa SR fokus pada penyembuhan luka bathin yang berbasis keluarga. Rekonsiliasi butuh dimulai dari diri sendiri kemudian dilanjutkan keluarga. SR meliaht semua hubungan dalam hidup ini adalah refleksi dari hubungan dalam keluarga. Kalau hubungan di keluarganya bagus, makan akan bagus pula hubungan diluar keluarga. Untuk ini, SR memiliki 3 program kelas, yaitu:

SEKOCI – Sekolah Cinta

SEKOCI adalah kelas dasar atau pemula untuk memulai pekerjaan rekonsiliasi dengan diri. Di kelas SEKOCI peserta belajar bagaimana mereka berdamai dan mencintai mereka sendiri.

SEPASANG – Sekolah Pasangan

Kelas SEPASANG tidak hanya untuk yang memiliki pasangan, tetapi di kelas ini fokus pembelajarannya adalah bagaimana kita bisa mencintai orang lain dengna baik dan benar dan tentang sistem keluarga.

SEKOTA – Sekolah Orang tua

Kelas untuk orang tua ini adalah ruang untuk benar-benar memulihkan luka bathin. Kelas ini sangat runut membicarakan bagaimana peristiswa-peristiwa penting dalam hidup kita itu terjadi, seperti bagaimana dulu kondisi keluarga saat seorang anak didalam kandungan, umur 0-5 tahun, dan seterusnya. Pembahasan ini agar peserta memiliki waktu yang sangat khusus dan fokus kembali ke masa-masa itu dan berdamai dengan itu semua.

Agent of Peace (AoP) – Peace Generation Indonesia

Hayati sebagai Koordinator AoP menyampaikan secara singkat apa saja fokus Peacegen saat ini. Peacegen sudah 13 tahun dari sejak berdiri dan fokus pada pendidikan perdamaian. Dari fokus ini, PeaceGen memiliki satu modul yaitu 12 Nilai Dasar Perdamaian (NDP) yang menjadi inti dari semua pekerjaan PeaceGen. Saat ini, projek terbaru PeaceGen adalah mengajarkan Anti Bully lewat website agar kesadaran anti bully ini lebih gampang diakses/dipelajari oleh banyak orang. Juga pendidikan Disiplin Positif (Dispos) untuk para Guru dan Orang tua agar orang tua dan Guru bisa mengajarkan siswa atau anak didiknya dengan lebih manusiawi. Ada 7 nilai yang sangat revolusioner dalam duania pendidikan untuk anak dan siswa.

TrustBuilding – IofC Indonesia  

Ferry Pardosi sebagai seorang kristen advent dan co-founder Trustbuilding menceritakan bahawa TrustBuilding ini dimulai pada tahun 2012. Ferry menceritakan bahwa Trustbuilding ini terjadi karena Ferry merasa teman-teman Advent merasa sangat minoritas di Indonesia dan sangat tertutup untuk berinteraksi dengan yang lain. Sehingga pertamuan Ferry dengan Huda memberikan mereka semangat untuk memulai projek TrustBuilding ini. Projek TrustBuilding ini dimulai dari pemuda-pemuda Gereja dan pemuda muslim. Sehingga projek ini disebut YMAT (Young Muslim and Advent Trustbuilding). Pertemuan ini agar saling belajar dari masing-masing tradisi. Contohnya, teman-teman Advent belajar disiplinnya dari Muslim ketika jam 5 pagi harus bangun dan melakukan sholat. Teman-teman muslim belajar cara hidup sehat dari teman-teman Advent, dan pertukaran pemeblajarana yang lainnya. Didalam program juga ada sesi membaca kitab masing-masing, sehingga pembelajaran ini juga langsung dari kitab suci agama masing-masing.

YIPC (Young Interfaith Peacemaker)

Rachmat adalah bagian dari Head National Facilitator YIPC, menjelaskan bahwa YIPC dimulai oleh Kang Ayi (Peace Generation) dan Andreas dari CPM (Campus Peace Movement). Pada perkembangannya YIPC mengaojarkan 4 nilai yaitu Berdamai dengan diri sendiri, Berdamai dengan sesame, Berdamai dengan Lingkungan dan Berdamai dengan Allah.

YIPC berfokus pada mahasiswa dan dialog lintas agama. Setiap tahun, YIPC menggelar dua kali Students Interfaih Peacecamp di beberapa kota di Indonesia. Menurut Rachmat, sikap terbuka dan berdialog ini adalah awal dari rekonsiliasi dan perdamaian. Ketika berdialog, peserta mengkonfimasi prasangka yang mereka miliki, sehingga titik terang itu bisa ditemukan. YIPC juga bergerak ke Pesantren-Peasantren untuk menyebarkan nilai inklusif atau keterbuakaan pada santri.

IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Fokus dari IMM sekarang adalah feminisme, kekerasan seksual, isu gender. Sekarang IMM sedang berjuang melegalkan RUU PKS (Rancangan Undang-Undang  Penghapusan Kekerasan Seksual). Ini disampaikan oleh Dila sebagai pengurus aktif dari IMM.

Pemuda Advent

Fokus dari Pemuda Advent ini adalah program Mission Trip, yakni teman-teman advent tinggal di satu keluarga muslim dan hidup bersama keluarga tersebut. Dengan program demikian, banyak sekali pengetahuan baru tentang orang lain dan akhirnya bisa menghormati teman-teman yang berbeda. Kota yang pernah dikunjungi untuk program ini adalah Boyolali dan Timoho. Program Pemuda Advent yang lain yaitu: APTA (Acara Pembangunan Tabiat Anak), recycling, health expo, konsultasi keluarga, pentas seni budaya. Saat di Timoho, Pemuda Advent melakukan membagi sembako pada pedagang-pedangan sepuh di Timoho.

Hoshizora Foundation

Teman-teman dari Hoshizora ini adalah teman-teman AoP di Jogja. Hoshizora memeberikan bantuan dana pendidikan untuk anak-anak yang membutuhkan, tingkat SD-Mahasiswa. Saat ini Hoshizora sudah memberikan pada 2000 lebih Adik Bintang dan Kakak Bintang. Adik Bintang adalah sebutan untuk penerima bantuan ini, dan Kakak Bintang adalah Kakak Mentor yang mendampingi Adik Bintang. Hoshizora sendiri diinisiasi oleh beberapa orang mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Jepang. Mereka menyisihkan uang makan siang mereka untuk dibagikan pada anak-anak Indonesia yang membutuhkan. Dan semangat ini sudah lebih banyak didukung oleh lembaga-lembaga donor lain, sehingga semakin banyak lagi Adik Bintang yang mendapatkan manfaatnya.

Selain dana pendidikan, Hoshizora memberikan pendidikan karakter dan pemdampingan. Pendidikan ini mereka ambil dari 12 NDP dari Peace Generation.

MELEK (Melayani Ekonomi) – Berdamai dengan Keuangan

Frisca menyebutkan bahwa tidak hanya berdamai dengan manusia dan lainnya, MELEK merasa penting untuk memberikan pendidikan tentang keuangan dimulai dari keluarga atau Financial Literacy. MELEK melayani keluarga-keluarga yang rendah secara ekonomi dan bagaimana mengembangkan perekonomiannya. MELEK memiliki kelas belajar setiap minggunya.

Agent Of Peace
Sesi sharing yang berlangsung berjalan dengan lancar.
Baca juga cerita perjalanan bertemu AoP Outreach di Sumedang disini !

Setelah penjelasan semua mitra yang hadir, acara dilanjutkan dengan diskusi, tanya jawab dan saling menghampiri teman-teman komunitas yang memungkinkan lebih bisa bekerjasama ke depannya. Dan SR memberikan appresiasi buku yang ditulis Baba tentang refleksinya selama belajar di SR.

Salah satu peserta menyampaikan, “Saya sangat bersyukur sudah diundang dan bisa bertemu dengan teman-teman semua, yang semula saya tidak tahu kalau ada komunitas atau lembaga ini di Jogja, jadi ini menggampangkan kolaborasi kita nanti”.

Setelah dari acara Gathering ini, tindak lanjut yang nyata dari Peace Generation adalah menggelar acara Peace Bandung Week untuk merayakan Hari Perdamaian Internasional yang akan menggandeng lebih banyak lagi komunitas/pegiat perdamian di Indonesia. LANJUTKAN!!

Peace People, untuk mendapatkan informasi terkini tentang Peace Generation, klik di sini!

Ditulis oleh: Hayati

Editor: Faza Rahim