Hidayah: 12 NDP Menguatkan Aku dalam Menjalani Kehidupan

12 NDP Menguatkan Aku dalam Menjalani Kehidupan
Sumber foto: mubadalah.id

Halo! Aku adalah mahasiswa yang berkuliah di jurusan Teknik Elektro Universitas Hasanuddin. Keseharianku tidak jauh dari kuliah, belajar, mengerjakan tugas, dan berorganisasi. Aktivitas ini membuatku bosan, kesulitan, dan rentan stres apalagi di masa pandemi. Beruntungnya, menanamkan nilai-nilai 12 NDP (Nilai Dasar Perdamaian) dalam keseharianku menguatkan aku dalam menjalani aktivitas yang membosankan ini.

Berbicara tentang ilmu dan kehidupan kuliahku, kadang aku menemukan beberapa kesulitan dalam menjalaninya. Ada masa di mana aku merasa bahwa aku sangat jauh terbelakang dibandingkan orang lain.

Rasanya aku tidak ada apa-apanya dibanding mereka. Hal ini sangat sering aku rasakan dalam menjalani perkuliahan. Kata orang-orang namanya insecure. Memang benar bahwa aku sesering itu merasakan insecure.

Dalam menjalankan perkuliahan sebagai mahasiswa teknik, kita dituntut untuk bergerak cepat dan teliti. Selama berkuliah, hidupku tidak akan pernah lepas dari yang namanya praktikum, tugas, dan organisasi. Tantangannya begitu berat bagiku ketika ketiganya harus berjalan beriringan.

Bahkan, ketiganya selalu menimbulkan konflik. Entah itu konfliknya datang dari luar atau dari diriku sendiri. Jujur, beberapa kali rasanya aku ingin menyerah dalam menjalani semua ini. Apalagi tantangan untuk melalui praktikum sangat berat. Tuntutan-tuntutan ini membuatku lelah.

Beruntungnya di tengah kesibukan ini, aku masih diberikan kesempatan untuk dapat mengikuti kegiatan mengenal 12 NDP. Dari nilai-nilai yang diberikan, aku dapat mengambil banyak pelajaran terutama dari materi ‘Menerima Diri Sendiri’ dan ‘Memahami Konflik’.

Materi ‘Memahami Diri Sendiri’ Membawa Kesan Berarti Bagi Hidupku

Tentang memahami diri sendiri, aku tahu bahwa kita semua diciptakan dengan kemampuan yang berbeda-beda. Aku memiliki sesuatu yang mungkin saja tidak dimiliki oleh orang lain. Sesuatu ini yang dapat membuatku kuat.

Namun, rasa ingin menyerah karena aku merasa bahwa diriku tidak mampu dan tidak sehebat orang lainnya itu tetap ada. Kemudian, setelah mempelajari materi ‘Menerima Diri Sendiri’, aku semakin memahami diriku dan semakin percaya kepada diri sendiri.

Harusnya sejak awal aku tetap harus menanamkan kepercayaan bahwa setiap orang itu berbeda-beda. Setiap orang punya waktunya masing-masing. Aku tidak harus seperti teman-temanku yang dapat mengerti dan mengerjakan segala hal dengan secepat itu. Aku harus menemukan jalanku sendiri.

Aku bisa menerima diri sendiri dan melakukan perubahan yang dapat aku lakukan. Pikiran-pikiran ini terus aku tanamkan ke dalam diri sendiri hingga mencapai akhir semester.

Aku harus mempercayai diriku sendiri agar dapat menjalani semuanya. Ketika aku bisa menerima keadaan diriku dan percaya pada kemampuanku, aku akhirnya bisa menjalani setiap proses yang ada.

Aku jadi paham bahwa semuanya pasti akan terlewati dan satu-satunya yang dapat aku andalkan untuk melewati ini semua adalah diriku sendiri. Jika aku tidak bisa menerima diri sendiri, bagaimana aku bisa melewati setiap proses yang ada dan bisa sampai pada titik ini

Dalam memahami diri sendiri dan menjalani kehidupan, akan selalu bertemu dengan konflik. Entah besar atau kecil, keduanya benar-benar memusingkan. Konflik ini kadang membuatku ingin menyerah dan merasa tidak pantas. Kadang juga rasanya aku ingin lari dan pergi sejauh mungkin dari konflik ini.

Namun, dari materi ‘Memahami Konflik’, ada begitu banyak hal yang menyadarkanku tentang bagaimana seharusnya aku bersikap terhadap konflik. Konflik pasti akan selalu terjadi. Kemanapun aku nanti pergi, pasti aku akan selalu menemukan konflik di dalam langkahku.

Untuk itu, aku tidak boleh menghindar dari konflik ini dan harusnya aku mencari solusi atas konflik-konflik yang aku hadapi. Konflik juga membuatku semakin dekat dengan Tuhan dan membuatku menjadi lebih dewasa dalam bersikap.

Akhirnya, dari pada menyerah dan terus-terusan mengeluh, aku mengambil langkah dengan berdoa kepada Tuhan agar memudahkan langkahku. Setelah berdoa, aku memikirkan solusi apa yang harus aku lakukan. Tuhan selalu baik kepada umatnya.

Nyatanya, Tuhan mempermudah langkahku dan aku sangat bersyukur atas hal itu. Setelah melalui berbagai tantangan, mulai dari tantangan untuk memahami diri sendiri, hingga tantangan dari pengaruh luar, aku jadi lebih dewasa.

Aku jadi lebih tahu seperti apa aku harus bersikap dan melangkah dalam menghadapi berbagai masalah hidupku. Aku pun jadi lebih percaya bahwa setiap masalahku pasti akan memiliki solusi.

Rasanya aku sangat senang setelah belajar materi 12 NDP ini. Entah bagaimana rasanya materi ini dapat menguatkan diriku dalam menjalani kehidupan.

Penulis:

Hidayah Tria Ananda – AoP Makassar

Daftar untuk mendapatkan info & promosi menarik!