Akbar Musfatir; Dua Tahun Belajar, Berbenah, Bermakna dan Berdampak Bersama Peace Generation

Tepat 2 tahun yang lalu, untuk pertama kalinya saya mengikuti program pendidikan perdamaian yang dilaksanakan oleh Peace Generation (PeaceGen), dengan programnya yang bertajuk Training Board Game for Peace (BGFP). Satu hari pasca Training BGFP saya langsung membuat sebuah training serupa di sebuah masjid di Kabupaten Pinrang bersama 30 anak dan sepekan setelahnya saya mengajak 4 teman untuk ikut terlibat dalam menebar nilai-nilai perdamaian di daerah pedalaman yang berada di Kabupaten Majene.

(Pemberian materi nilai-nilai dasar perdamaian disalah satu masjid di Kab Pinrang)

Saya Akbar Musfatir, salah satu pemuda yang dijuluki sebagai “Bakka lolona sawitto” kerena tanah kelahirannya berasal dari kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan. Menempuh pendidikan S1 di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar dengan program studi Ilmu Politik. Kini melalui tulisan ini saya abadikan perjalanan dua tahun belajar, berbenah, bermakna dan berdampak bersama Peace Generation, mari kita mulai.

Perjalanan ini dimulai pada awal Januari tahun 2018. Saat itu program BGFP untuk pertama kalinya masuk di Kota Makassar, mengajarkan tentang nilai-nilai perdamaian, toleransi, kemanusiaan dan pentingnya rasa saling menghargai antar umat beragama. Dari sana, saya menyadari betapa pentingnya peran kita sebagai manusia, untuk menyebarkan nilai-nilai perdamaian dimuka bumi ini khususnya dalam kehidupan kita sehari-hari. Berawal dari kesadaran itu, saya merasa terpanggil untuk terlibat dalam menyebarkan nilai-nilai perdamaian yang telah diajarkan oleh para fasilitator.

Salah satu upaya saya untuk menyebarkan 12 Nilai Dasar Perdamaian (12 NDP) ini adalah dengan menyasar daerah-daerah pedalaman dan kepulauan, bersama teman-teman, relasi dan kolaborasi bersama orgnisasi lain yang bergerak dibidang pendidikan. Mengapa daerah pedalaman dan kepulauan?, yah karena bagi saya daerah tersebut sangatlah membutuhkan pembelajaran tentang nilai-nilai perdamaian, bukan karena daerah mereka jauh dari perkotaan lantas mereka tak layak dan tak memiliki hak, untuk mendapatkan pembelajaran dan fasilitas yang sama dengan anak-anak di kota.

Kami menyadari bahwa, masing-masing manusia memiliki peran dan fungsinya terhadap keberlangsungan hidup di dunia ini, bagi kami pendidikan merupakan tanggungjawab bersama, dan bagi kami menyebarkan nilai-nilai perdamaian di daerah pedalaman, merupakan salah satu tanggungjawab kami untuk mencerdaskan anak bangsa, meskipun skalanya kecil tapi kami yakin ada kebaikan dan manfaat yang didapatkan dari pembelajaran tersebut.

Apa yang membuat kamu bertahan di PeaceGen?

Bagi saya, pendidikan perdamaian yang diajarkan oleh PeaceGen, merupakan salah satu bentuk pendidikan karakter yang sangat diperlukan, dalam menunjang kehidupan sehari-hari, serta kehidupan generasi yang akan datang. PeaceGen bukan hanya sebatas mengajarkan tentang 12NDP, namun ada banyak pembelajaran yang bisa kita dapatkan selama proses belajar di PeaceGen, diantaranya adalah pembelajaran tentang memahami karakter seseorang, mengelola ego, memperkaya maaf, memperkuat kesabaran, memahami pentingnya silaturahmi antar umat beragama dan masih banyak pembelajaran kehidupan lainnya yang bisa kita dapatkan, jika kita betul-betul ingin berproses di PeaceGen, yang belum tentu kita dapatkan dibangku perkuliahan.

(Menjadi fasilitator BGFP 2.0)

Pada tahun pertama bergabung bersama PeaceGen, hal utama yang saya fokuskan adalah pengembangan diri dan ilmu dibidang pendidikan perdamaian, dengan mengikuti dan menjalankan beberapa program PeaceGen diantaranya Training of Trainer (Maret 2018), Peacetival (Maret 2018), Convey Day (Maret 2018), Peacesantren (Mei 2018), Training Fasilitator BGFP 2.0 (Agustus 2018), Hari Perdamaian Internasional (Oktober 2018), Night for Peace (November 2018), BGFP 2.0 (Desember 2018), Talk the Peace / diskusi lintas agama, dan masih banyak lainnya. Bagi saya, belajar dan kemudian dilanjutkan dengan praktek dari apa yang telah dipelajari sebelumnya, merupakan suatu kewajiban agar kebermanfaatan dan dampak yang bisa didapatkan dari pembelajaran tersebut, bisa dirasakan oleh berbagai pihak.

(Diskusi lintas agama)

Peace Generation telah memberikan banyak pembelajaran hidup pada saya, telah banyak memberikan perubahan sifat dan karakter dalam kehidupan dan telah menyadarkan saya bagaimana menjadi pribadi yang lebih baik, pribadi yang menerima dirinya sendiri, berusaha untuk tidak berprasangka buruk,  belajar menerima perbedaan etnis, perbedaan agama, perbedaan jenis kelamin, perbedaan status ekonomi, perbedaan kelompok, memahami keberagaman, berusaha untuk menolak kekerasan, belajar mengakui kesalahan dan tentunya yang paling utama adalah belajar memberi maaf.

Terima kasih Peace Generation untuk pembelajaran dua tahun kemarin yang penuh kebermanfaatan bagi pribadi saya, dan mungkin dilingkungan sekitar, dan kini mari kita melanjutkan perjuangan ini, mari kita mulai berbenah diri lagi, dan mari kita menyadarkan diri bahwa kita memiliki peran dan tanggungjawab yang begitu penting bagi keberlangsungan hidup manusia di dunia ini. Panjang umur perdamaian, damai Indonesiaku, damai duniaku.

 

Penulis : Akbar Musfatir (Koordinator Chapter Makassar baru)

Kamu AoP punya cerita perubahan? Kirimkan ceritamu ke [email protected]