Perbedaan Identitas Tak Perlu Dipermasalahkan!

Perbedaan adalah Warna
Iqbal bersama para mentor terbaik di Akademi Frosh tengah tertawa bersama.

Yusuf adalah orang yang sulit untuk menghadapi perbedaan, terutama perbedaan identitas. Yusuf dibesarkan di dalam keluarga yang menjunjung tinggi karakter sehingga ia juga memprioritaskan karakter sebagai identitasnya. Karena lingkungan yang homogen, Yusuf menjadi sulit untuk menghadapi perbedaan di lingkungan yang heterogen sehingga berujung pada pelabelan – pelabelan yang ia lakukan terhadap orang – orang yang berbeda darinya. Contohnya, ia pernah melabeli seseorang hanya karena orang itu berkata sedikit kasar dimana di dalam keluarganya hal itu sangat dilarang keras. Hal ini pula yang menyebabkan Yusuf untuk sulit beradaptasi di masa – masa awal kuliah karena ia dihadapi pada lingkungan yang sangat heterogen di kampus.

Duduk di bangku semester 5, Yusuf mengikuti program Frosh Project ID sebagai mentor dimana selama mengikuti program ini, ia mendapat materi mengenai identitas. Materi identitas memang sudah banyak ia dapatkan, tetapi ada satu hal yang baru yaitu mengenai prioritas identitas. Yusuf belajar bahwa setiap orang memiliki identitasnya masing – masing sesuai dengan prioritasnya.

Baca juga kisah perubahan Intan di sini!

Karena prioritas setiap orang itu berbeda, maka kita tidak boleh memaksakan identitas yang kita prioritaskan kepada orang lain. Justru, kita harus menghormati identitas orang tersebut. Kita juga tidak boleh sampai melabeli karena pelabelan bukanlah sesuatu yang baik apalagi jika label tersebut menjadi permanen dalam artian orang tersebut diingat karena label yang kita berikan. 

Setelah memperoleh materi tersebut, Yusuf sadar bahwa ia sudah salah dalam bertingkah selama ini. Oleh karena itu, Yusuf bertekad untuk mengubah sikapnya terhadap perbedaan identitas tersebut. Awalnya sangat sulit bagi Yusuf untuk merubah kebiasaannya tetapi setelah beberapa kali mencoba akhirnya Yusuf mulai terbiasa. Yusuf merasa senang dengan dirinya yang sekarang karena ia sudah mulai bisa menerima perbedaan dan mulai berhenti melabeli orang.

Selain itu, hidupnya menjadi lebih tenang karena ia tidak usah memikirkan lagi orang – orang yang identitasnya berbeda dan pikirannya dipenuhi oleh pikiran – pikiran positif, tidak seperti sebelumnya dimana ia selalu negative thinking terhadap orang – orang yang berbeda.

Jadi, teman – teman semua, jangan takut untuk menerima perbedaan. Perbedaan ada untuk dihormati bukan untuk dibenci. Perbedaan memberikan warna dalam kehidupan kita karena jika tidak ada maka hidup ini terasa monokrom dan datar – datar saja. 

Layaknya iklan chitato yang bilang life is never flat, perbedaan ini membuat hidup kita bergelombang. Ketika kita mau menikmatinya, mungkin akan terasa asyik dan menyenangkan, tapi jika tidak, mungkin akan terasa bosan dan menyiksa. Oleh karena itu, nikmati setiap perbedaan yang ada dan bersyukurlah karena dari perbedaan itu, mungkin kita akan mendapat pembelajaran baru yang mungkin tidak akan kita dapatkan dari tempat lain.

Kamu AoP punya cerita perubahan? Kirimkan ceritamu ke aop@peacegen.id

Peace People, Untuk mendapatkan informasi terkini dari Peace Generation, klik di sini!

Oleh: Iqbal, MENTOR FROSH ITB

Editor: Faza Rahim