Jessy Kristian; Penolakan dibalas dengan pengabdian

Halo peacegen ID perkenalkan nama saya Jessy Kristian Patty, saya sudah lebih dari 5 tahun terakhir ini berprofesi sebagai Pembina/pelatih serta pemilik Klub bola Basket GAP BC (Generasi Aneuk Panah Basketball Club) di Kota Banda Aceh, dan saya sekarang juga bekerja sama dengan Yayasan Perguruan Katolik Budi Dharma di Banda Aceh sebagai guru Estrakurikuler.

Sebenarnya saya bukan Asli dari Suku Aceh, saya datang ke Aceh karena faktor kemanusiaan saja, pada saat gempa dan Tsunami terjadi di Aceh. Tahun 2005, bulan Januari saya mendaftarkan diri sebagai relawan untuk membantu korban bencana alam tersebut, dalam perjalanan sebagai seorang relawan itulah saya banyak mendapat cerita dan merasakan sendiri bagaimana  dampak konflik yang berkepanjangan di Aceh. Masyarakat Aceh sudah sangat trauma sekali, bukan hanya karena perang berkepanjangan yang membunuh banyak sekali korban jiwa tetapi akhirnya kepada yang lain Agama, dan suku, sehingga merekapun sangat menutup diri dan punya dendam untuk hal itu.

Dari cerita-cerita dan pengalaman sendiri itulah saya mengambil keputusan untuk tinggal dan bergaul dengan masyarakat Aceh dengan maksud untuk menjadi contoh bahwa tidak semua orang yang sukunya berbeda dan Agama yang berbeda jahat. Dari tahun 2005 – 2015 saya tinggal di lingkungan masyarakat Aceh, tidak banyak perubahan yang signifikan, bahkan makin banyak tantangan buat saya.

[Jessy (tengah) di sesi Celebrating Diversity di acara TNCT 2017)
Dan saya mulai mencari informasi tentang yayasan atau lembaga yang bisa membantu masyarakat Aceh untuk bisa keluar dari Trauma Konflik masa lalu dan bisa menerima perbedaan dengan orang yang berbeda suku dan agama. Pada tahun 2016 saya di ajak kawan untuk ikut belajar tentang 12NDP di Bandung,  dan tanpa berfikir panjang saya mengajak  teman saya dari Aceh untuk ikut training tersebut. Dalam training tersebut saya bukan hanya mendapat teman yang banyak dan pembekalan ilmu, tetapi paradigma saya juga diubah. Contoh beberapa perubahan dalam paradigma saya yang di berubah ada dalam contoh kalimat ini “Damai di mulai dari diri kita dan Be Faithful, Be Respectful”. Ternyata saya  masih menyimpan marah atas perlakuan masyarakat Aceh yang menolak saya karena saya berbeda agama, padahal saya membantu mereka dalam evakuasi korban, mengobati mereka yang sakit, membangun sarana air bersih, karena saat itu saya bekerja sebagai relawan Yayasan Lokal.

Setelah pulang dari pelatihan itu dengan berbekalan metode 12NDP saya langsung mengajak beberapa teman saya yang kebetulan seorang mahasiswa aktif di Banda Aceh untuk membuat kegiatan dan mengundang 30 mahasiswa/i  untuk belajar 12NDP. Dan dari tahun 2016 sampai 2019 kami selalu melakukan kegiatan rutin kami yaitu PeaceSantren dan Peace Camp, dan kami sudah mengajarkan 12NDP kepada 120 AoP dan bahkan dari beberapa AoP sudah menjadi fasilitator.

DAMPAK PESERTA DIDIK:

Mahasiswa atau generasi muda Aceh yang ikut pembelajaran 12NDP sudah memahami siapa diri mereka dan orang lain. Contoh (sudah berteman dengan orang yang berbeda agama dan mau menjadi panitia bersama dalam acara kegiatan Peacesantren dan PeaceCamp). Makin mulai sering berinteraksi bersama dalam kegiatan sosial di Kota Banda Aceh.

Demikianlah cerita sederhana yang bisa saya tuliskan, mohon maaf bila masih ada kata atau kaliamat yang belum baik. Terima kasih peacegen ID yang sudah menjadi inspirasi buat Aceh dan Indonesia.

 

Penulis : Akbar Musfatir (Koordinator Chapter Makassar baru)

Kamu AoP punya cerita perubahan? Kirimkan ceritamu ke [email protected]