Menolak Terbuka hingga Tak ingin menutup lagi

Tahun 2019 , Saya pernah bertemu dengan beberapa orang yang tentu saja berbeda dengan saya, tidak hanya soal pakaian tapi juga dari segi kepercayaan dan keimanan. Melihat teman saya itu dari jauh, dengan cara dia berbicara saya kemudian menarik diri dan enggan terbuka dengannya.Tidak ingin mengenal sosok orang tersebut dengan berbagai alasan dan segala asumsi yang saya miliki dan saya ciptakan sendiri. Beberapa kali saya menghindari beberapa aktivitas yang harus terlibat dengannya dan tentu saja selalu ada asumsi yang tidak baik tentang sosok tersebut, padahal berbincang dengannya pun saya tidak pernah. Asumsi itu bertahan hingga setahun.

Suatu waktu kami dipertemukan disebuah kegiatan yang mau tidak mau kami perlu berkolaborasi juga melakukan aktivitas bersama hingga dua minggu. Perlahan-lahan saya berbicara dan berproses dengan dia, Nyatanya kami bisa akrab dan dapat membicarakan banyak hal hingga saat ini. Ternyata ia merupakan sosok yang sefrekuensi, seide, walaupun banyak perbedaan namun kami bisa menjadikan tersebut menjadi bahan diskusi dan mengembangka ide bersama. Bahkan menjadi bagian penting dalam proses pengembangan diri saya. Kami hingga saat ini menjadi supporting system yang sangat baik dan tidak jarang melakukan project bersama.

Daftar untuk mendapatkan info & promosi menarik!