Menumbuhkan Empati Melalui Pelatihan Parenting

Pelatihan parenting menjadi salah satu jembatan dalam rangka memperkenalkan SITI II kepada kader PKK di Kelurahan Pasirbiru. Tema utama pelatihan parenting ialah mencegah bullying pada anak-anak untuk menumbuhkan empati dan menangkal kekerasan ekstremisme sebagaimana indikator SITI II.

Pengisi materi pelatihan adalah Qorry Aina, S.Psi., yang biasa dipanggil Teh Oi, staff Peace Generation dan pelaksana program Sekolah CERDAS yang diselenggarakan di Bandung Raya.

Baca Juga  12 NDP dipakai pada LDKS SMAN 107 JKT

Teh Oi membagi peserta/kader-kader PKK ke dalam delapan kelompok yang terdiri dari lima sampai enam orang untuk melakukan aktivitas yang berkaitan dengan menumbuhkan empati.

Aktivitasnya ialah menempelkan solatip kertas pada wajah peserta. Ketika Teh Oi memberikan dua pilihan maka peserta harus memilih salah satunya. Contoh pilihannya antara gunung dan pantai.

Baca Juga  Irfan Amalee: Tidak Mampu Kolaborasi, Jangan Harap Bisa Bertahan Hidup!

Ketika peserta dalam kelompok tersebut kompak memilih gunung tapi satu peserta memilih pantai, maka peserta lain akan menempelkan solatip kertas pada satu orang yang berbeda pilihan tersebut.

Peserta yang mendapat tempelan solatip terbanyak dianggap sebagai orang yang sering dibully di lingkungannya. Bully sendiri mengakibatkan ketakutan, depresi, terganggungnya proses belajar, hingga kematian.

Baca Juga  Training of Facilitator BGFP 2.0 Kembali Digelar untuk 7 Kota Baru

Untuk mencegah terjadinya bully pada anak-anak, Teh Oi memberikan pemahaman kepada peserta untuk mengenali pra bully, proses bully, dan pasca bully.

Oleh sebab itu orang tua sangat berperan penting dalam mencegah bully dan menumbuhkan empati hingga anak-anak menghindari perilaku yang mengarah pada tindakan ekstremisme dan kekerasan.