Naik Gunung: Cara Menikmati Keindahan Tuhan Dalam Syar’i Keislaman

Naik gunung bukanlah sesuatu yang mudah, tapi butuh kerja keras dan perjuangan untuk mencapai puncaknya. Memiliki hobi naik gunung peminatnya tidak banyak seperti hobi-hobi lainnya. Bisa disebut hanya orang-orang yang memiliki tekad kuat dan suka dengan tantangan. Apalagi perempuan, jarang sekali perempuan memiliki hobi menikmati alam ini.

Naik Gunung
Ketika mendaki Talung Lembah Ramma

Nur Fia Firah Armin Jaya adalah salah satu perempuan di muka bumi ini yang memiliki hobi naik gunung. Bahkan, di usianya yang masih muda, ia telah menjelajah berbagai tempat petualangan. Hobinya berpetualang itu membuat Fitrah semakin banyak mengenal tempat dan budaya yang ada di Indonesia. “Tidak jauh-jauh, masih di Sulawesi Selatan, because belum ada partner halal. Gak bisa safar tanpa mahram,” kata perempuan yang pernah aktif di komunitas relawan pendidikan itu.

Hal yang menarik dari sosok Fitrah bukan hanya sekadar hobinya yang langka itu. Ternyata ia juga tetap istiqomah mengenakan pakaian syar’i ketika dia menjelajah. Ia tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslimah.

“Naik gunung itu pilihan, pakaian syar’i itu kewajiban. Sedangkan cadar adalah sunnah, taatmu takkan membaasi langkahmu,” lanjut Fitrah.

Menurut dia, hijab adalah identitasnya sebagai muslimah. Kewajibannya itu akan berdosa jika ia tinggalkan. Hijab termasuk penjagaan dirinya ketika beraktivitas di luar rumah. “Lagi pula hijab saya tidak pernah menghalangi aktivitas saya, termasuk ketika naik gunung,” tegas Duta Perdamaianan Indoneisa BBB’18 itu.

Motivasi melakukan penjelajahan ia dapatkan dari sosok Nabi Muhammad SAW, yaitu “Jangan beri tahu aku seberapa berpendidikannya kamu, beri tau aku seberapa banyak kau telah melakukan perjalanan”. Dari motivasi itu ia semangat untuk berpetualang dan menjelajah hingga akhirnya mendapatkan pelajaran hidup, ilmu, dan pengalaman.

Dari segi agama, naik gunung banyak menambah pahala dan memperbanyak bersyukur akan tanda-tanda kebesaran Allah. Dengan mendaki juga seseorang dapat mendekatkan diri pada Illahi lewat ciptaan-Nya yang terhampar luas. Di Al-Quran ada banyak ayat-ayat yang memerintahkan untuk menjelajah seluruh permukaan bumi, naik gunung termasuk di dalamnya. 

Dalam QS Nuh: 19-20, di mana Allah berfirman, “Allah telah menjadikan bumi terhampar luas untukmu, agar kamu dengan bebas meniti jalan-jalan yang terbentang di bumi.” Kemudian dalam QS An Naazi’aat: 32 Allah berfirman, “Gunung-gunung pun Ia pancangkan, untuk kesenanganmu”.

Naik gunung sudah menjadi hobi yang melekat pada dirinya. Ia akan terus menjelajah dan berpetualang menikmati kebesaran-Nya. Kemudian ia berpesan, sebagai muslimah harus tetap menjaga kehormatannya dan mempertahankan hobinya. Bukan kewajiban muslimah yang mengikuti hobi, tetapi hobi yang mengikuti kewajiban seorang muslimah.

“Menjaga aurat dengan sempurna kita akan tetap bisa menjalankan semua aktivitas, bahkan hobi. Sebagai Muslimah, meskipun kita berhijab kita tetap bisa melalukan itu.” tutup Fitrah.

Peace People, untuk mendapatkan informasi terkini dari Peace Generation klik di sini ya!

Baca Juga  Agent of Peace Summit 2021: Pelajaran Berharga dari Mendaki Gunung Perdamaian – Newsletter Edisi #15

Penulis: Akram Mubarak (Mahasiswa IPB)

Editor: Faza Rahim K.P

Daftar untuk mendapatkan info & promosi menarik!