PGKIDS Reborn

Training for Facilitators PGKIDS

Selama 2 hari, PeaceGeneration menyelenggarakan Traning for Facilitators November, 16-17, 2019 di kantor PeaceGeneration, Jl Cijagra No. 48. Training ini adalah Training beasiswa, training yang baiayanya ditanggung oleh PeaceGeneration untuk menyiapkan Trainer PGKIDS yang berkomitmen menjalankan PGKIDS kedepannya.

Kuota peserta training kali ini hanya 5 orang. Proses seleksi dilakukan untuk benar-benar memilih calon peserta yang siap jiwa raga menjadi Trainer PGKIDS nanti dan memiliki komitmen yang tinggi ke depan. Selain melihat form appikasi, calon peserta juga diwawancara tentang “panggilan” dan kesiapannya. Setelah proses seleksi dan diskusi dengan Tim Internal PeaceGeneration, akhirnya diputuskanlah bahwa yang lolos untuk menjadi peserta Training for Facilitators PGKIDS adalah 3 Guru SMKN 3 Cimahi, 1 mahasiswa ITB, dan 1 mahasiswa UPI. Semuanya adalah Agent of Peace PeaceGeneration. Dan ditambah 1, Hayati dari internal PeaceGeneration. Total peserta berjumlah 6 orang. Sebelum training, semua peserta menandatangani Letter of Commitment sebagai komitmen jika mereka akan siap menjadi Fasilitator PGKIDS setiap dibutuhkan.

Sesi berlatih bercerita modul PGKIDS

Di Training ini, hari pertama peserta diberikan tentang hal-hal yang harus mereka miliki sebagai Trainer PGKIDS nanti, yaitu; 12 Nilai Dasr Perdamaian, tehnik bercerita, tehnik mendengarkan, tehnik TANDUR, membuat kriya, mengembangkan kriya, lagu dan gerak. Di hari kedua, saatnya peserta mengalami microteaching. Peserta dibagi 3 grup dan bergantian melakukan microteaching, dan mendapatkan feedback langsung dari Trainer, Teh Defit.

Dari training ini, peserta semuanya sangat senang. Berikut apa kata peserta tentang Training ini:

Apa yang didapatkan dari Traini ini? Apa yang paling berkesan di Training ini?

Nisrina, Mahasiswa UPI, Jurusan PGPAUD:

Ketika belajar cara bercerita kepada anak-anak itu seperti apa, ketika membuat kriya dari barang bekas, dan ketika mengulang isi cerita melalui peta dan albjad (alphabet)

Ibu Tri, Guru BK SMKN 3 Cimahi:

Cara bercerita, membuat karya dari barang bekas, dan sekaligus pembelajaran tentang kebangsaan dengan mengenal Indonesia lewat cerita dan peta.

Ibu Intan, Guru BK SMKN 3 Cimahi:

Teknik bercerita, metode TANDUR yang berbeda dari sebelumnya, kreatifitas membuat kriya, teknik mendengar aktif dan yang paling berkesan  adalah ketika bercerita melibatkan smua hal; gerak, lagu, ekspresi.. Sungguh luar biasa…

Hayati, AoP Coordinator:

Saya mendapatkan banyak banget di training ini. Bukan hanya baik untuk saya ajarkan lagi ke anak-anak murid saya, tapi sangat baik untuk disebar lagi ke banyak pendidik anak usia dini. Yang paling berkesan memang, PGKIDS adalah kurikulum kebangsaannya yang sanagt unik, yang saat ini sangat dibutuhkan untuk generasi penerus bangsa. Bukan hanya materi anak-anak yang mereke butuhkan, terpenuhi, tetapi tambahan yang mahal itu penanaman itu adalah nilai Cinta Indonesia. Juga kurikulum ini menjawab kurikulum Pemerintah. Pokoknya keren banget… PGKIDS ini.. Terima kasih banyak Trainer, Teh Defit.

 

Ditulis oleh Hayati