Boardgame for Peace (Batch 1.0 & 2.0)

Mitra Program

Foto: Kegiatan pelatihan Boardgame for Peace 2.0

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai aksi radikalisme dan ekstremisme kekerasan di Indonesia tidak terlepas dari keterlibatan anak muda dan anak di bawah umur, misalnya saja pengeboman beberapa gereja di Surabaya tahun 2018.

Selain itu, riset yang dilakukan oleh PPIM UIN Syarif Hidayatullah di 33 provinsi tahun 2017 mengonfirmasi adanya pemahaman keagamaan yang sempit di kalangan siswa dan mahasiswa.

Sebanyak 37,71% siswa dan mahasiswa mengartikan teror bom bagian dari ajaran agama serta membela agama dapat diartikan menyerang orang yang berbeda agama.

PeaceGen bersama CONVEY Indonesia merespon fenomena tersebut dengan berupaya menyajikan alternatif narasi melalui program “Boardgame for Peace” disingkat BGFP.

Target penerima manfaat bagi program ini adalah siswa sekolah menengah atas/sederajat dan mahasiswa. Hal ini diharapkan dapat mencegah keterlibatan anak muda dalam aksi radikalisme dan ekstremisme kekerasan.

PeaceGen menggunakan media kreatif berupa board game, modul interaktif, dan video animasi sebagai penyampai pesan. Program ini telah dilaksanakan sebanyak dua kali, pada tahun 2017 dan 2018.

Di tahun pertama, BGFP menjangkau 358 orang penerima manfaat dari 5 kota. Sedangkan pada tahun 2018 jangkauan program diperluas menjadi 12 kota dengan 1100 penerima manfaat.

Penerima manfaat yang selanjutnya kami sebut Agent of Peace (AoP) mengalami peningkatan rata-rata pengetahuan dan keterampilan tentang upaya pencegahan ekstremisme kekerasan sebesar 0,58 bagi laki-laki dan 0,66 pada perempuan.

Kami juga mengukur aspek sikap dari penerima manfaat menggunakan instrumen hasil modifikasi dari Violent Extremism Disposition Scale (VEDS). Instrumen ini mengukur kerentanan individu untuk menerima ideologi radikal dan melakukan kekerasan terhadap kelompok sosial tertentu.

Semakin rendah skor individu, semakin kecil pula kerentanannya. Paska pelatihan, kami menemukan 20,5% peserta mengalami perubahan skor VEDS dari kategori sedang ke kategori rendah.

Hingga hari ini, AoP masih melakukan kampanye perdamaian secara aktif menggunakan board game kepada teman sebaya dan masyarakat. Di beberapa daerah, seperti Ambon, Bima, Banda Aceh, dan Padang, AoP bahkan bersinergi dengan komunitas sekitar untuk melanjutkan pelatihan BGFP secara mandiri.