Frosh Project ID

Mitra Program

 Frosh mendampingi 431 mahasiswa baru  ITB dan UPI belajar keterampilan berpikir kritis dan empati menggunakan media pembelajaran kreatif berbasis teknologi.

Awalnya Elfreda tidak menyukai materi berpikir kritis, akibatnya beberapa informasi yang tidak benar Ia terima begitu saja. Stereotyping juga sering ia lakukan. Namun perubahan terjadi ketika mahasiswi UPI ini mengikuti Frosh Project ID, dengan sistem mentoring yang asyik, membuat Ia mau mendengarkan, dan bijak menerima informasi serta menilai orang lain.

Begitu juga dengan Chandra, mahasiswa ITB ini semula merasa takut ketika berinteraksi dengan temannya yang berbeda agama. Ia khawatir pembicaraanya tidak satu frekuensi, jika ada sesuatu yang berbeda sedikit dari dirinya, pasti timbul kecurigaan dan Chandra merasa takut untuk bersosialisasi. Dari program Frosh Project ID, Chandra mempelajari banyak hal dari perspektif yang berbeda. Ia menyadari bahwa Perbedaan agama seharusnya tidak menghalangi hubungan pertemanan seseorang, tetapi seharusnya menjadi sebuah rasa untuk saling memahami dan menghargai satu sama lain.

Pengalaman Elfreda dan Chandra ini ternyata dialami juga oleh mahasiswa lainnya. Survey Peace Generation pada tahun 2019 terhadap 1415 mahasiswa di Bandung, menunjukan bahwa sebanyak 39% mahasiswa merasakan tekanan kehidupan kampus paling berat berada pada semester 1, dan sebanyak 10,9% berada pada semester 2.

Mereka merasakan pada semeseter tersebut beban akademik banyak, sulit beradaptasi dengan teman/ orang sekitar, tidak tahu tujuan yang diinginkan, masalah keluarga atau pribadi lainnya, dan banyaknya kegiatan organisasi yang diikuti.

Critical Thinking dan Empati, Skill Abad 21 yang Harus Dimiliki

Melihat permasalahan tersebut, PeaceGeneration berinisiatif untuk mendesain suatu proses pendampingan intensif bagi mahasiswa baru. Pendampingan dilakukan dengan metode mentoring berbasis media pembelajaran kreatif dan aplikasi digital.

Program ini sudah berjalan selama satu tahun di dua kampus di Bandung, yaitu ITB dan UPI. Frosh Project ID melibatkan 32 orang mahasiswa sebagai mentor dari berbagai fakultas yang mendampingi 431 orang mahasiswa baru.

Program ini juga dilengkapi dengan riset eksperimental untuk mengukur keberhasilan program dalam meningkatkan berpikir kritis dan menurunkan intensi terhadap aksi kekerasan. Dari hasil pengukuran dampak yang dilakukan oleh tim riset Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung menunjukan bahwa rata-rata peningkatan skor mahasiswa baru pada variabel berpikir kritis adalah 36 poin dan intensi kekerasan penurunannya 3,6 poin.

Daftar untuk mendapatkan info & promosi menarik!