Sociopreneur Academy by HOPE

 

Sociopreneur Academy by HOPE merupakan program bagi 27 komunitas di bidang perdamaian dan lingkungan untuk belajar dengan para mentor di bidangnya dan berjejaring dengan komunitas lain di Indonesia sehingga dapat bekerja sama dan memberikan dampak yang lebih luas.

Ika Hernawan, pendiri dari Kelas Tambahan, salah satu peserta dari jalur beasiswa, bercerita bahwa kesulitan yang ia hadapi dalam membangun komunitas Kelas Tambahan adalah karena belum kokohnya bangunan komunitas.

“Kami belum memiliki pondasi, manajemen keuangan, dan ilmu yang kami butuhkan untuk membuat komunitas kami menjadi lebih besar, berkelanjutan, dan dapat memberikan manfaat untuk orang yang lebih banyak di masa mendatang.”

Dalam hal ini, Kelas Tambahan belum memiliki arah yang jelas akan bergerak ke mana serta dengan cara apa. Selain itu, kurangnya pengetahuan dan kemampuan dalam pengelolaan keuangan dan pengelolaan program juga berpengaruh terhadap perkembangan Kelas Tambahan.

Kelas Tambahan menjadi salah satu dari 431.465 inisiatif baik dalam bentuk komunitas (Kemenkumham, 2019) yang menunjukan besarnya keinginan masyarakat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Kondisi ini juga rupanya sesuai dengan karakteristik generasi Milenial dan Z yang mengutamakan dampak dalam membeli atau mengkonsumsi sesuatu.  

Meskipun ada banyak organisasi yang berdiri di Indonesia, namun tidak selalu memberikan dampak positif di masyarakat. Faktanya, ada juga dampak negatif yang disebabkan oleh kemampuan yang rendah untuk mengelola program, ketidakmampuan untuk pendanaan, ketidakmampuan berkolaborasi dengan organisasi lain, dan bahkan dalam beberapa kasus, konflik terjadi antar organisasi. 

Inisiatif Baik Sejalan dengan Pengelolaan Komunitas atau Organisasi yang Baik

PeaceGeneration berkolaborasi dengan Yayasan Sahabat Lingkungan Hidup (Eco Camp) didanai oleh APVentures membuat program Sociopreneur Academy by House of Peace and Ecology (HOPE) untuk membantu organisasi dan individu dalam berjejaring dan berkolaborasi dengan organisasi lain di Indonesia sehingga bisa bekerja sama dan memberikan dampak lebih luas.

Selama kurang lebih 3 bulan sejak 16 Maret sampai dengan 29 Mei 2021, sebanyak 10 komunitas dari jalur beasiswa dan 17 komunitas dari jalur reguler mengikuti kegiatan yang terdiri dari 3 journey. Melalui kegiatan workshop, peserta Sociopreneur Academy by HOPE belajar mengenai pengelolaan organisasi mulai dari penyusunan Lean Business Canvas, pengelolaan internal program, hingga pembuatan proposal bisnis untuk kemandirian dan keberlanjutan organisasi. Puncak kegiatan dari Sociopreneur Academy by HOPE adalah presentasi proposal bisnis 10 peserta jalur beasiswa hingga dipilih 3 komunitas untuk mendapatkan pendanaan.

Daftar untuk mendapatkan info & promosi menarik!