SJFP: Menebar Benih Perdamaian bersama Pramuka

Salah satu kegiatan SJFP (Scout Journey for Peace Project)

Selamat hari Pramuka, Peacepeople! Saat sekolah dulu, kita tentunya tak asing dengan gerakan yang satu ini. Di dalam kegiatan kepramukaan, kita tak hanya mempelajari tentang bagaimana tali-temali dipergunakan untuk berbagai kebutuhan, atau bagaimana tenda berdiri kokoh melindungi para anggota Pramuka di saat malam hari, atau saat panas terik dan hujan turun. Lebih dari itu, melalui prinsip kuat yang dipegangnya, Pramuka juga ikut andil menebarkan nilai-nilai perdamaian.

Hari Pramuka, yang diperingati setiap tanggal 14 Agustus, sebenarnya keberadaannya telah ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961. Namun, secara resmi Pramuka diperkenalkan kepada khalayak umum pada tanggal 14 Agustus 1961. Selain itu, nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika juga sejalan dengan Gerakan Pramuka. Dalam Pramuka, persatuan tak memandang latar belakang, namun mengedepankan persahabatan, perdamaian, dan kesejahteraan yang berkelanjutan. Itulah nilai dasar yang dianut Pramuka. Organisasi Gerakan Pramuka Sedunia (Word Organization of Scout Movement/WOSM) menilai bahwa persatuan yang hidup dalam perbedaan merupakan pokok ajaran Pramuka. (Tirto.id, 14/8/2014)

Jika ditarik lebih luas, menurut Pramuka.or.id, gerakan kepanduan yang diperkenalkan oleh Lord Robert Baden Powell of Gilwell, dimulai pada tahun 1907 dengan mengadakan perkemahan di Kepulauan Brown Sea, Inggris. Hingga pada tahun 1920 dibentuk Dewan Internasional dengan 9 orang anggota dan biro sekretariatnya di London. Hingga kini, gerakan kepanduan telah menyebar ke seluruh penjuru dunia, dan keberadaannya dapat dirasakan oleh kita.

Ali dalam Syahrina (2017: 93-94) mengatakan, bahwa tujuan Pramuka salah satunya untuk mewujudkan tujuan nasional, seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945, yaitu: “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi, kemerdekaan dan keadilan sosial.”

Menurut Jalandamai.org, tidak berlebihan apabila anggota Pramuka merupakan agen perdamaian dunia. Ini terlihat dari butir-butir dari Dasa Dharma (sepuluh kebaikan) Pramuka. Nilai yang terkandung dalam Dasa Dharma menjadi kententuan dan landasan moral bagi setiap anggota pramuka. Oleh sebab itu, tak sekedar dihafal, para anggota Pramuka wajib mengamalkan nilai-nilai tersebut. Jika dimaknai lebih dalam, nilai-nilai tersebut sangat menjunjung tinggi perdamaian.

Jalandamai.org juga mencontohkan, dari butir Dasa Dharma Pramuka yang sesuai dengan nilai perdamaian yaitu tertera pada butir kedua, yang berbunyi: “cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.” Di sini kita bisa memaknai bahwa Pramuka sangat menjunjung tinggi kemanusiaan, lembut, dan mengasihi sesama manusia tanpa memandang suku, agama, ras, dan antar golongan. Selama ia manusia, ia mesti dikasihi, bukan malah dimusuhi, sehingga kehidupan yang harmoni akan terwujud.

Selain itu, jika melihat butir Dasa Darma kesepuluh, yang berbunyi: “suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan,” di sini, makna suci sangatlah luas. Salah satu dari banyak pemicu kegaduhan serta perpecahan yang terjadi di Indonesia beberapa tahun terakhir ini, sebab maraknya perkataan yang tidak suci, seperti ujaran kebencian, fitnah, agitasi, dan lainnya.

Dari dua butir nilai yang telah disebutkan di atas, butir lain pun sangat mengandung makna kebaikan yang amat tinggi. Kekerasan ekstrem yang terjadi di negara kita, mesti terus diredam dengan aksi nyata yang dibungkus dengan hal kreatif. Gerakan Pramuka, yang notabene digerakan oleh anak muda, terutama anak sekolah, menjadi salah satu bentuk gerakan tanding untuk meredam kekerasan ekstrem.

Anak muda, dengan daya kreatifitasnya, mampu menciptakan hal baru demi mewujudkan perdamaian abadi. Pada hari lahirnya ini, diharapkan Pramuka semakin kreatif dengan gerakan kepanduannya di tengah kekerasan ekstrem yang menyasar siapa pun, termasuk anak muda. Selamat hari lahir Pramuka! Berbanggalah bagi kalian yang pernah bersusah-payah menghafal rumus semaphore, morese, hingga berpeluh keringat berjibaku dengan untaian tali-temali. Karena sesungguhnya, di dalam kerumitan itu, terdapat nilai persahabatan, gotong royong, kasih sayang, hingga perdamaian kolektif. Salam Pramuka!

 

Penulis: Zulkifli Fajri Ramadan

 

Sumber:

Jurnal

Syahrina Dhahirah AB, dkk, Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka Dalam Kurikulum 2013 Terhadap Kedisiplinan Siswa Kelas V Di SD Negeri 10 Banda Aceh, dalam “Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Unsyiah,” Vol. 2, No. 2, April 2017

 

Internet

Jalan Damai, Pramuka dan Perdamaian di Dunia Maya, sumber: https://jalandamai.org/pramuka-dan-perdamaian-di-dunia-maya.html, diakses pada tanggal 14 Agustus 2018, pukul 15.40

Pramuka.or.id, Sejarah Pramuka Dunia, sumber: https://pramuka.or.id/sejarah-pramuka-dunia-2/, diakses pada tanggal 14 Agustus 2018, pukul 16.15

Tirto.id, Hari Pramuka, Bhineka Tunggal Ika Sejalan dengan Nilai Kepramukaan, sumber: https://tirto.id/hari-pramuka-bhinneka-tunggal-ika-sejalan-dengan-nilai-kepramukaan-cSnY, diakses pada tanggal 14 Agustus 2018, pukul 16.20