Breaking Down the Wall: PeaceGen dan EGD Hadirkan Ruang Dialog Lintas Budaya melalui Workshop Intercultural Understanding and Global Dialogue
PeaceGen.Id - Di era ketika masyarakat dari berbagai belahan dunia semakin mudah terhubung, kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda pun semakin terbuka. Namun, memahami perspektif orang lain tetap membutuhkan ruang untuk saling mendengar, berbagi cerita, dan membangun percakapan yang bermakna.
Melalui semangat tersebut, PeaceGeneration Indonesia (PeaceGen) bersama Education Globale & Development (EGD) Belgium menyelenggarakan Workshop Intercultural Understanding and Global Dialogue #Breaking Down the Wall. Kegiatan ini mempertemukan peserta dari Indonesia, Malaysia, Amerika Serikat, dan Belgia dalam sebuah ruang dialog lintas budaya untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, serta memperluas cara pandang terhadap keberagaman.
Membangun Dialog Melalui Cerita dan Pengalaman
Dalam forum ini, setiap peserta dipasangkan dengan peserta dari negara yang berbeda. Bersama fasilitator, mereka mendiskusikan tiga pertanyaan reflektif yang mengajak peserta berbagi cerita tentang identitas diri, nilai-nilai yang mereka pegang, passion dalam kehidupan, serta pengalaman di bidang pendidikan maupun pelatihan yang membentuk pandangan mereka terhadap dialog lintas budaya dan isu-isu global.
Baca juga: Co-Founder PeaceGen, Irfan Amali, Terpilih menjadi Nominasi Harmony in Diversity Awards
Setelah sesi percakapan selesai, setiap peserta memperkenalkan pasangan dialognya kepada seluruh forum dengan membagikan cerita, pengalaman, dan pembelajaran yang mereka dengarkan. Proses ini mengajak peserta untuk mendengarkan secara utuh, memahami sudut pandang orang lain, sekaligus menyampaikan kembali cerita tersebut dengan penuh penghargaan.
Menemukan Titik Temu di Tengah Keberagaman
Salah satu peserta dari PeaceGen, Shanti A. Rachman, berkesempatan berdialog dengan Rafe Reinstein, peserta dari EGD. Percakapan keduanya memperlihatkan bahwa latar belakang yang berbeda justru dapat membuka ruang untuk menemukan nilai dan tujuan yang sama.

“Aku dan Rafe ternyata punya pertanyaan yang sama tentang hidup, misalnya ‘apa yang membuat hidup terasa benar-benar hidup dan bermakna?’ Kami sama-sama senang bertemu orang baru, mendengarkan cerita mereka, dan belajar dari perspektif yang berbeda. Mungkin itu juga yang membawa kami memilih bidang yang sama dalam membangun perdamaian.”
Bagi Shanti, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa setiap percakapan menghadirkan kesempatan untuk melihat dunia melalui perspektif yang baru. Di balik keberagaman budaya, selalu ada nilai-nilai kemanusiaan yang dapat mempertemukan setiap orang.
Breaking Down the Wall: Membangun Koneksi melalui Dialog Lintas Budaya
Selama kegiatan berlangsung, peserta berbincang mengenai budaya, tradisi, agama, stereotip, hingga kehidupan sehari-hari. Berbagai cerita yang dibagikan kemudian menjadi bahan refleksi bersama dalam forum utama, di mana peserta saling bertukar pembelajaran dan melihat bagaimana setiap percakapan memperkaya pemahaman mereka terhadap kehidupan lintas budaya.
Melalui Breaking Down the Wall, PeaceGen terus menghadirkan ruang dialog lintas budaya yang mempertemukan beragam perspektif dalam suasana yang aman, setara, dan saling menghargai. Sebab, perdamaian tidak selalu dimulai dari langkah yang besar. Terkadang, ia tumbuh dari kesediaan untuk mendengarkan, memahami, dan melihat dunia melalui perspektif orang lain.
Nantikan program Breaking Down the Wall bersama PeaceGen berikutnya.