PeaceGeneration Indonesia bersama Kemenag Luncurkan Proyek SALAM: Memperkuat Lingkungan Belajar yang Aman dan Penuh Cinta

PeaceGen.id - PeaceGen bersama Kemenag dan UIN Salatiga meluncurkan proyek Safe and Loving Approach for Learning Environment (SALAM). Proyek ini dirancang untuk memperkuat upaya pencegahan ekstremisme melalui pendekatan pendidikan yang berfokus pada akar masalah (19/8/2026).

Irfan Amali menilai pola ekstremisme di kalangan anak muda terus mengalami pergeseran. Saat ini persoalannya tidak selalu muncul dalam bentuk ideologi keagamaan, tetapi mulai berkaitan dengan pencarian identitas, nihilisme, budaya digital, gim, dan perkembangan kecerdasan buatan. 

Sebagai pihak yang pernah mendampingi seorang anak dengan keinginan bergabung ke  ISIS, beliau mengatakan melarang atau bersikap keras tidak cukup sebagai mekanisme pencegahan ekstremisme. Menurutnya, kita harus menyentuh lingkungan pendidikan dan budaya yang membentuk karakter anak. 

"Kita tidak harus selalu melakukan pendekatan hard approach, tetapi melihat akar-akarnya," ujarnya.

Irfan Amali mengatakan proyek SALAM akan melihat berbagai praktik pendidikan di pesantren, seperti interaksi antara pendidik dan peserta didik serta hidden curriculum dan bagaimana budaya sehari-hari terbentuk. 

Baca juga: Breaking Down the Wall: PeaceGen dan EGD Hadirkan Ruang Dialog Lintas Budaya melalui Workshop Intercultural Understanding and Global Dialogue

"Kalau kita hanya melihat dokumen-dokumennya, mungkin kita tidak melihat ada ajaran-ajaran ekstrem di sana. Tetapi ketika kita melihat bagaimana mereka menyampaikan, bagaimana mereka berinteraksi, dan bagaimana hidden curriculum budaya yang terjadi, jangan-jangan di sanalah ideologi itu ditransmisikan," jelasnya.

Peluncuran proyek SALAM adalah bagian dari kolaborasi dengan Kementerian Agama untuk memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di lingkungan pesantren. 


(Dokumentasi: Kemenag)

Irfan Amali menegaskan bahwa proyek SALAM tidak dimaksudkan sebagai satu-satunya program untuk menjawab persoalan ekstremisme. Namun, diharapkan dapat menjadi akselerator bagi berbagai program yang telah berjalan, terutama penguatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

"Program SALAM ini akan menjadi akselerator, tidak menjadi satu-satunya program, tetapi menjadi akselerator program yang akan bisa mempercepat tujuan-tujuan baik kita, yaitu menjadikan budaya damai di pesantren, madrasah, dan sekolah-sekolah kita," pungkasnya.

Baca juga: Co-Founder PeaceGen, Irfan Amali, Terpilih menjadi Nominasi Harmony in Diversity Awards

(Dokumentasi: Kemenag)

Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamarudin Amin mengatakan bahwa tantangan utama setelah kebijakan dan kurikulum diterapkan adalah memastikan dampaknya benar-benar dirasakan peserta didik. Sehingga, implementasi KBC perlu dibuktikan melalui praktik dan hasil yang terukur. 

"Bukan lagi saatnya kita bicara tentang apa itu Kurikulum Berbasis Cinta. Kita sudah selesai dengan diskusi itu, bahkan kita sudah implementasikan. Pertanyaannya adalah dampaknya," ujar Kamaruddin.

Kammarudin menilai pesantren merupakan lingkungan yang strategis untuk menguatkan nilai-nilai cinta. Beliau berharap, proyek SALAM ini tidak hanya berhenti pada tahap pelaksanaan di lingkungan pesantren sasaran. Namun, berbagai praktik baik yang ditemukan perlu didokumentasikan dan dikelola menjadi pengetahuan yang dapat dikembangkan untuk memperkuat kebijakan pendidikan. 

(Dokumentasi: Kemenag)

Selain itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno mengatakan bahwa proyek SALAM memiliki posisi yang strategis dalam memperkuat pendidikan di lingkungan pesantren. 

"Pesantren merupakan lingkungan pendidikan yang sangat kuat. Di sana anak-anak tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga hidup, berinteraksi, dan membangun karakter," ungkap Suyitno.

Baca juga: Kolaborasi PeaceGen Kembangkan Boardgame Edukatif dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Mental Santri Pesantren Fahmina

Amien berharap proyek SALAM mampu memotret praktik baik secara mendalam dan hasilnya dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus memperkuat implementasi KBC di lingkungan pendidikan Islam. 

Proyek SALAM akan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak dan menyasar enam pesantren di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Peluncuran SALAM menjadi bagian dari kolaborasi antara Kementerian Agama, PeaceGeneration Indonesia, UIN Salatiga, mitra pembangunan, serta organisasi masyarakat sipil untuk memperkuat lingkungan belajar yang aman, penuh cinta, dan mendukung pembentukan karakter peserta didik.

Bagikan