Kisah Inspiratif Ibu Ega dalam Melawan Cyberbullying melalui Literasi Digital di SMP
PeaceGen.Id - Ruang digital bagaikan pedang bermata dua bagi dunia pendidikan. Di satu sisi memberikan akses informasi tanpa batas, namun di sisi lain menyimpan ancaman nyata seperti cyberbullying dan penyalahgunaan data.
Ibu Ega Wiwit Fitriani, seorang Guru Bimbingan dan Konseling (BK) di SMPN 39 Kota Bandung sudah menyadarinya sejak awal. Beliau menghadapi tantangan nyata yang dihadapi siswa di dunia maya dan bagaimana edukasi literasi digital menjadi kunci perubahan di sekolahnya.
Tantangan Digital yang Dihadapi Bu Ega sebagai Guru BK
Sebelum mengikuti webinar literasi digital, Ibu Ega mengungkapkan bahwa literasi di sekolahnya masih bersifat konvensional. Meski pembiasaan literasi sudah rutin dilakukan, namun belum mengacu pada literasi digital yang lebih spesifik.
Cukup banyak fenomena yang sering ditemui Ibu Ega di ruang BK. Misalnya saling sindir di media sosial yang berujung pada konflik, berawal dari saluran WhatsApp atau konten TikTok. Adapun penyalahgunaan akun palsu untuk mengejek teman di media sosial. Tidak ketinggalan kasus stiker WhatsApp yang menggunakan wajah guru tanpa izin.
Baca juga: Cerita Guru: Langkah Preventif Rega Nugraha Hadapi Ancaman Digital di Lingkungan Pesantren
"Banyak anak yang belum sadar akan bahaya over-sharing atau betapa tajamnya kata-kata mereka di media sosial," ungkap Ibu Ega.
Apa yang Ibu Ega Dapatkan dari Webinar Literasi Digital dari PeaceGen?
Ibu Ega melihat bahwa webinar literasi digital dari PeaceGen memberikan pengaruh yang berbeda karena pendekatannya yang aplikatif. Menggunakan metode ARKA (Aktivitas, Refleksi, Konsep, dan Aplikasi), para guru tidak hanya duduk mendengar teori, namun memahami dan belajar menerapkannya.
Salah satu aktivitas yang paling berkesan bagi Bu Ega adalah Romi Remuk. Aktivitas pembuka ini menjadi metafora yang kuat bagi para guru dan siswa, bagaimana dampak bullying terhadap anak-anak.
“Metode PeaceGen itu menarik banget ya, karena bukan hanya materi saja, tapi kita ada aktivitas dulu seperti meremas kertas itu. Dari situ kita jadi terbayang, 'Oh, ternyata seperti ini ya dampaknya.' Jadi lebih interaktif dan bermakna karena ada proses refleksi dulu sebelum masuk ke materi. Aktivitas Romi Remuk itu salah satu yang bikin materinya jadi lebih menarik dan mudah dipahami.” ucapnya dengan antusias.
Bu Ega merasa terbantu dengan adanya materi proteksi akun. Beliau menjadi lebih aware untuk menggunakan password yang kuat dan tidak sembarangan mencantumkan nomor telepon di media sosial.
Beliau juga menekankan pada etika digital, di mana siswa mulai diajarkan untuk lebih bijak dalam berkomentar dan menjaga jempol mereka dari perilaku menyindir.
Baca juga: 150+ Guru Menjadi Agen Perubahan untuk Mewujudkan Sekolah Aman Digital bersama PeaceGen
Diseminasi pengetahuan ilmu yang didapat dari webinar tidak berhenti di Bu Ega saja, melainkan disebarkan kembali melalui diseminasi kepada rekan-rekan guru di SMPN 39 Bandung agar semua memiliki tingkat kewaspadaan yang sama.
“Alhamdulillah, kami guru-guru yang ikut webinar itu langsung mengadakan diseminasi. Jadi informasi yang sudah didapat dari webinar, semua guru di sekolah akhirnya bisa dapat juga. Bukan hanya untuk guru yang ikut saja, tapi biar semua guru bisa lebih aware.” ujarnya dengan semangat.
Langkah Selanjutnya Menuju Sekolah Ramah Digital
Keberhasilan webinar ini memicu langkah yang lebih besar. Ibu Ega berencana mengadakan workshop khusus untuk para guru dengan mengundang PeaceGen sebagai narasumber. Fokus utamanya? Pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah dan penguatan literasi digital.
Ibu Ega berharap kedepannya topik-topik seperti kesehatan mental remaja dan cara menghadapi dunia yang fast-paced (serba cepat) bisa lebih sering dibahas. Remaja perlu memiliki "pegangan" agar tidak terjerumus dalam arus informasi yang salah.
Perjalanan menuju lingkungan sekolah yang aman secara digital memang masih panjang, namun dengan kolaborasi antara guru, siswa, dan platform edukasi seperti PeaceGen, tantangan tersebut bukanlah hal yang mustahil untuk diatasi.
Bapak/Ibu guru berkesempatan mengikuti kegiatan serupa seperti Bu Ega. Follow instagram @peacegenid dan @peacegen.academy untuk informasi kegiatan peningkatan kapasitas guru selanjutnya!
Untuk Bapak/Ibu guru yang ingin berkolaborasi lebih lanjut dengan PeaceGen, silakan hubungi kami melalui email [email protected]