Cerita Guru: Langkah Preventif Rega Nugraha Hadapi Ancaman Digital di Lingkungan Pesantren

PeaceGen.ID - Maraknya kasus berbasis digital menjadi tantangan bagi para guru di satuan pendidikan. Pak Rega Nugraha adalah salah satunya, seorang guru Informatika MAS AL MUTAWALLY, madrasah pesantren di wilayah Kuningan, Jawa Barat. Ia melihat ancaman digital ini tidak hanya menargetkan sekolah yang menggunakan handphone di lingkungan sekolah saja, melainkan juga wilayah pesantren. 

Walaupun sekolah di pesantren tidak memperbolehkan siswa dan siswi menggunakan handphone, tantangannya justru hadir pada saat siswa libur sekolah dan pulang ke rumah. Pak Rega menaruh perhatian terhadap bagaimana caranya agar siswa dan siswinya tetap dapat menjaga etika dalam bermedia sosial meskipun tanpa pengawasan.

“Bukan melarang siswa untuk menggunakan teknologi tapi mendampingi siswa untuk bisa memanfaatkan teknologi dengan bijak dan beretika.” Seperti apa yang dikatakan narasumber Fikri Suhardi, S. Pd dalam webinar bersama PeaceGen.

Langkah baik ini bermula pada saat Pak Rega diberikan mandat sebagai operator di sekolah oleh pimpinan. Ini menjadi kabar baik sekaligus tantangan baginya. Melihat kondisi siswa dan guru yang masih belum memiliki pengetahuan mendalam tentang literasi digital, ia bertekad untuk meningkatkan kapasitas agar dapat membersamai sekolah dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman digital. 

Baca juga: 150+ Guru Menjadi Agen Perubahan untuk Mewujudkan Sekolah Aman Digital bersama PeaceGen

Sudah dari 2019 Pak Rega mengikuti perjalanan PeaceGen, ini berawal dari perjalanannya bertemu dengan kang Irfan di Peacetival pemuda. Hingga sekarang, sudah 7 tahun, Pak Rega melihat satu program webinar yang sangat cocok dengan kebutuhannya saat ini, yaitu pemahaman tentang literasi digital bagi guru dan siswa. 

“Sebentar lagi kelas 12 akan mengikuti rangkaian pendaftaran perkuliahan,  SNBT sampai ujian mandiri. Ini perlu saya teruskan kepada mereka pengetahuan tentang literasi digital khususnya tentang cyber hygiene,” ungkapnya.

Selain kelas 12, kondisi para guru di sekolah pun menjadi perhatiannya. Sebagai seorang operator sekolah, adua-aduan tentang masalah digital ini sering ditujukan padanya. WhatsApp terkena hack dan masalah keamanan data lainnya, seperti belum pahamnya penggunaan autentikasi dua arah. Sebelumnya ketika mendapatkan laporan terkait ancaman digital ini, Pak Rega hanya mencari pengetahuan-pengetahuan tentang literasi digital di platform media sosial. 

Namun, setelah mengikuti webinar dari PeaceGen, Pak Rega menyadari bahwa materi yang didapatkan di webinar sangat bermanfaat bagi sekolah: 

“Saya rasa khususnya untuk sekolah di wilayah Jawa Barat. Kalau sadar dengan webinar dari PeaceGen mungkin sekolah - sekolah akan lebih bersih secara digital.” ungkapnya

Materi tentang, cyber hygiene, cyberbullying, autentikasi dua arah, menjadi materi yang relevan, aplikatif, seru, dan menyenangkan baginya sebagai seorang guru. Menurutnya PeaceGen selalu punya cara untuk membuat kegiatan agar tetap bermakna. Namun, tetap menyenangkan. Salah satunya adalah menggunakan games romi remuk.  

Baca juga: Peace & Healing untuk Anak-anak Korban Banjir Bandang di Pidie Jaya: Memulihkan Trauma, Menjaga Masa Depan Generasi

“Pada awal kegiatan ada games dulu, romi remuk, kita juga diajak untuk membedah suatu kasus bullying dengan menyenangkan. Sangat berwarna webinarnya, menyenangkan dan tidak membosankan,” ungkapnya.

Pak Rega juga mendapatkan hadiah berupa apresiasi dari PeaceGen melalui games yang diadakan di webinar, yaitu mendapatkan modul kurikulum 12 Nilai Dasar Perdamaian. Setelah webinar ini berlangsung ia berniat untuk meneruskan apa yang sudah didapatkan terkait dengan literasi digital kepada sekolah khususnya kelas 12. Sedangkan untuk warga sekolah lainnya akan dilaksanakan pada semester depan, yaitu semester pertama. Selain materi literasi digital, sebagai pembina pramuka juga, Pak Rega akan menyampaikan kurikulum 12 Nilai Dasar Perdamaian melalui program pramuka di sekolah.  

“Kebetulan dari webinar kemarin saya mendapatkan hadiah buku 12 Nilai Dasar Perdamaian (12 NDP). Rencana tindak lanjut saya adalah mengintegrasikan kurikulum tersebut ke dalam kegiatan Pramuka. Saya rasa Pramuka adalah media yang sangat efektif untuk menanamkan nilai-nilai ini kepada siswa, sehingga literasi digital dan perdamaian bukan hanya jadi teori di kelas, tapi benar-benar menjadi karakter yang mereka praktikkan sehari-hari,” ucap Pak Rega

Dengan adanya program peningkatan kapasitas guru melalui webinar ini, PeaceGen berharap bisa terus berkolaborasi dengan para pendidik untuk membangun lingkungan sekolah aman, nyaman, dan menggembirakan juga lebih siap menghadapi ancaman digital.

“Sesuai tema sangat menambah wawasan dan umumnya bagi peserta, dari pemateri juga luar biasa.  Tentunya acara kemaren itu mantap.” Ungkapnya.

Bagi Bapak/Ibu guru yang ingin mendapatkan kesempatan serupa seperti Pak Rega dalam meningkatkan kapasitas sebagai pendidik, Ikuti informasi selengkapnya dan follow instagram @peacegen.academy dan @peacegenid

Baca juga: Webinar Literasi Digital: Resolusi 2026: Penguatan Peran Guru Menuju Digital Safe School

Telusuri lebih dalam terkait dengan program dan kurikulum perdamaian dari PeaceGen hanya di website peacegen.id.

Jika bapak/ibu guru tertarik untuk berkolaborasi dengan kami, hubungi [email protected]

Bagikan