Ratusan Anak Muda Hingga Civitas Akademika Lintas Agama Rayakan Keberagaman di Peacetival 2023

Bandung, 12 Desember 2023 - PeaceGeneration Indonesia sebagai bagian dari Joint Initiative for Strategic Religious Action (JISRA) berkolaborasi dengan Fakultas Filsafat Universitas Parahyangan dan Doktoral Studi Agama-Agama UIN menyelenggarakan Peacetival 2023 di Gedung Bumi Silih Asih, sebuah acara tahunan yang bertujuan merayakan keberagaman dan mempromosikan perdamaian di kalangan anak muda.

Peacetival 2023 secara total dihadiri sebanyak 403 orang dari berbagai keyakinan dan kepercayaan. Acara ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta agar dapat berinteraksi dengan sesama yang memiliki latar belakang agama yang berbeda, dengan harapan dapat mendukung tumbuhnya budaya inklusif.

Anak muda, dianggap sebagai agen perubahan yang memiliki peran strategis, memegang peran kunci untuk membangun perdamaian. Anak muda dikenal memiliki karakteristik energik, kreatif, dan mampu berfikir visioner. Oleh karena itu, penting untuk menjadikan anak muda sebagai agen perdamaian yang mampu menyebarkan nilai-nilai perdamaian melalui cara yang kreatif.

Baca juga: Asia Philanthropy Circle Dukung Penguatan Budaya Damai dan Toleransi yang Sehat

PeaceGeneration Indonesia, sebagai social enterprise yang berkomitmen untuk mempromosikan pendidikan perdamaian sejak tahun 2007, fokus pada pengembangan media pembelajaran melalui pendekatan kreatif yang menyenangkan. 

Berbekal pengalaman ini, PeaceGeneration Indonesia dipercaya oleh JISRA Indonesia untuk menyelenggarakan Peacetival 2023 ini sebagai ruang perjumpaan bagi anak-anak muda untuk merasakan keberagaman secara langsung.

Mutiara Pasaribu, Country Coordinator JISRA Indonesia, menyatakan bahwa PeaceGeneration Indonesia adalah salah satu lembaga yang memiliki cara kreatif dalam menyebarkan nilai-nilai perdamaian. Organisasi JISRA lainnya juga menunjukkan minat untuk mengikuti pendekatan PeaceGeneration dalam menyebarkan nilai-nilai perdamaian secara kreatif.

"PeaceGen memiliki cara kreatif dalam menyebarkan nilai-nilai perdamaian. Kami melihat bahwa pendekatan mereka sukses dalam menciptakan ruang pembelajaran yang menyenangkan dan efektif. Oleh karena itu, organisasi JISRA lainnya dengan antusias menunjukkan minat untuk mengikuti pendekatan PeaceGen dalam menyebarkan nilai-nilai perdamaian melalui cara yang kreatif," jelas Mutiara Pasaribu. 

Salah satu media kreatif yang digunakan selama Peacetival 2023 adalah board game Galaxy Obscurio, Semester Baru, dan Peace Baker. Board game ini menjadi sarana interaktif bagi peserta untuk memahami konsep perdamaian dengan cara yang menyenangkan. 

Baca juga: TNCT sebagai Langkah Awal Tangani 3 Dosa Besar Pendidikan

Selain bermain board game, salah satu rangkaian acara menarik lainnya yang tidak kalah seru adalah Talk The Peace. Acara ini merupakan rangkaian diskusi yang memberikan inspirasi mengenai pentingnya inklusivitas untuk memperkuat perspektif guna membuka sudut pandang yang baru.

Wahyuni Della Sari, salah satu pembicara dari Jaringan GUSDURian Indonesia, menggarisbawahi pentingnya mendengarkan sebagai langkah awal dalam memperkaya perspektif inklusivitas.

Mendengarkan adalah salah satu proses dalam memperkuat perspektif inklusivitas, karena kita bisa jadi lebih open minded, open heart, dan open will. Hal ini juga perlu dilandaskan pada prinsip yang esensial, seperti nilai keadilan, kemanusiaan, kesetaraan, respect, dan lainnya,” jelas Wahyuni.

Naufal Hafsanjani Permana, salah satu peserta berbagi kesan bahwa melalui board game ini, dia bisa mengenal konsep perdamaian dengan lebih mudah, seru, dan menyenangkan.

Peacetival 2023 ini seru dan menyenangkan, karena saya bisa belajar perdamaian dengan lebih mudah. Menurut saya, perdamaian merupakan hal yang sulit dipelajari, tapi PeaceGen bisa membuatnya lebih mudah dipahami. Kegiatannya juga dihadiri pengisi acara yang membuat tingkat faithful saya semakin meningkat, terutama saat Talk The Peace dan menikmati konser Panji Sakti,” ujar Naufal. 

Baca juga: Kemah Perdamaian - Runtuhkan Tembok Penghalang Damai di Kemah Kita

Peacetival 2023 juga dibentuk sebagai jembatan pertemuan antara lintas agama dan keyakinan. Dimana anak muda didorong untuk saling bertemu dan berdialog satu sama lain. Tidak hanya sampai situ saja, peserta diminta membagikan pengalaman mereka melalui media sosial sebagai bentuk merayakan keberagaman dan merawat toleransi.

PeaceGeneration Indonesia dan Fakultas Filsafat Universitas Parahyangan berkomitmen untuk terus berkontribusi memperkuat nilai-nilai perdamaian di kalangan generasi muda dengan pendekatan kreatif. Komitmen ini menjadi wujud nyata dari upaya bersama untuk menciptakan budaya damai melalui metode yang inovatif dan menyenangkan.

Bagikan