Upaya dan Semangat 200+ Guru dari Berbagai Penjuru Indonesia dalam Mewujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

“Pendidikan bukan hanya kecerdasan, namun bagaimana karakter terbangun. Sebab pendidikan tanpa karakter akan sangat keropos.”

- Dr. Rita Pranawati, S.S., M.A. Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T

Mewujudkan sekolah yang aman dan nyaman bukan hanya tentang menjalankan aturan baru, tetapi tentang bagaimana sekolah menjadi ruang yang benar-benar mendukung tumbuh kembang peserta didik. Di tengah tantangan seperti perundungan, kekerasan, hingga pengaruh dunia digital yang semakin dekat dengan kehidupan anak, sekolah memiliki peran penting dalam membangun karakter sekaligus rasa aman bagi siswa.

Semangat itu terasa dalam webinar “Dari Kebijakan ke Praktik: Kesiapan Sekolah dalam Implementasi Permendikdasmen No. 6 Tahun 2026” yang diselenggarakan oleh PeaceGen Academy dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional. Diikuti lebih dari 200 guru dari berbagai daerah di Indonesia, webinar ini menjadi ruang belajar bersama untuk memahami bagaimana budaya sekolah aman dan nyaman dapat diwujudkan melalui langkah-langkah yang nyata dan konsisten.

Baca juga: Upaya 50+ Guru dalam Membiasakan Budaya Damai di Sekolah Bersama PeaceGen

Webinar ini menghadirkan Ibu Dr. Rita Pranawati, S.S., M.A., Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T, yang membahas pentingnya pendidikan karakter dan pendekatan yang lebih inklusif dalam membangun budaya sekolah aman dan nyaman. Selain itu, hadir pula Bapak Dede Gumilar, S.Pd., M.M. dari Dinas Pendidikan Kota Bandung yang menjelaskan bagaimana kebijakan ini dapat diterjemahkan menjadi praktik nyata di lingkungan sekolah.

Permendikdasmen No. 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman membawa pendekatan yang lebih holistik dan proaktif. Jika sebelumnya sekolah cenderung bergerak ketika kasus sudah terjadi, kini fokusnya diarahkan pada pembiasaan positif, penguatan budaya sekolah, serta deteksi dini agar lingkungan belajar yang aman dapat dibangun sejak awal.

Para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman terkait kebijakan, tetapi juga diajak melihat bagaimana sekolah dapat menjadi ruang tumbuh yang sehat bagi peserta didik. Mulai dari pentingnya membangun komunikasi yang aman, memperkuat pendidikan karakter, hingga memahami pengaruh dunia digital dan screen time terhadap kesehatan mental serta perilaku anak.

Dalam webinar ini, peserta juga mendengar praktik baik dari sekolah yang mulai menerapkan budaya sekolah aman dan nyaman dalam kesehariannya. Ibu Yunis Diah dari SMPN 25 Bandung serta Ibu Puji dari Sekolah Prima Insani Garut membagikan bagaimana perubahan dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti membangun komunikasi yang hangat, pembiasaan positif, hingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih suportif.

Salah satu suara inspiratif dalam webinar ini datang dari Bapak Konstantinus Aman, seorang guru Pendidikan Agama Katolik SMA Negeri 3 Macang Pacar, Kab. Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Sebagai guru yang aktif dalam penguatan pendidikan karakter di sekolahnya, ia melihat webinar ini sebagai ruang belajar yang membuka perspektif baru tentang pentingnya budaya sekolah aman dan nyaman.

Menurutnya, setiap sekolah memiliki tantangan dan dinamika yang berbeda. Namun di tengah berbagai kondisi tersebut, para guru tetap berupaya mengambil peran dalam membentuk karakter peserta didik melalui pendekatan yang penuh kepedulian dan keteladanan.

Baca juga: Upaya Bu Sarah Membangun Perdamaian di Tengah Siswa Multikultural bersama PeaceGen

Ia juga menyampaikan bahwa webinar ini memberinya semangat baru untuk terus menghadirkan perubahan di lingkungan sekolah, bukan hanya melalui penanganan kasus, tetapi lewat pembiasaan dan pendekatan yang lebih mendukung tumbuh kembang siswa.

“Budaya sekolah aman dan nyaman tidak bisa dibangun secara instan. Tapi perlahan bisa diwujudkan melalui pembiasaan dan kerja bersama,” ungkapnya.

Selain mendapatkan wawasan baru, para guru juga merasa terbantu karena materi yang disampaikan dekat dengan realitas di lapangan dan mudah dipahami. Ruang diskusi yang terbuka membuat para peserta dapat saling belajar dan merefleksikan tantangan yang mereka hadapi di sekolah masing-masing.

Pada akhirnya, webinar ini menjadi pengingat bahwa menciptakan sekolah aman dan nyaman bukan hanya tugas satu pihak. Dibutuhkan kolaborasi antara guru, sekolah, orang tua, dan pemangku kebijakan agar peserta didik dapat belajar di lingkungan yang membuat mereka merasa aman, dihargai, dan didukung untuk bertumbuh.

Karena sekolah yang baik bukan hanya tempat untuk mengejar nilai, tetapi juga tempat di mana karakter, empati, dan rasa kemanusiaan tumbuh bersama.

Sekolah Anda ingin berkolaborasi menciptakan sekolah aman dan nyaman dengan PeaceGen? Hubungi [email protected] 

Baca juga: Kisah Inspiratif Ibu Ega dalam Melawan Cyberbullying melalui Literasi Digital di SMP




Bagikan